Saya membaca buku inspiratif tentang seorang wartawan yang kemudian menjadi pimpinan media lalu menjadi direktur utama PLN dan jabatan akhir yang beliau pegang saat ini ialah menteri BUMN yaitu Dahlan Iskan. Banyak pihak yang meragukan kemampuan dia dalam membenahi “penyakit” kronis yang ada di salah satu badan negara yang menguasai hajat hidup orang Indonesia tersebut. Pesimisme orang-orang tersebut bukan tanpa alasan, karena dia adalah orang diluar institusi dan tidak mengerti bagaimana kelistrikan itu dijalankan. Akan tetapi Dahlan menjawab semua nada pesimisme banyak orang tersebut dengan tindakan nyata dan tegas serta membenahi sedikit demi sedikit permasalahan yang terjadi di badan negara yang bertugas menerangi wilayah nusantara ini. Dia memangkas birokrasi sehingga efisien, menyelesaikan lambatnya pemasangan sambungan listrik baru, dan banyak hal yang pada intinya melakukan pembaharuan di BUMN tersebut.
Hal ini sama dengan yang dilakukan oleh Yosia, raja Yehuda. Bukit pengorbanan, berhala dan dewa-dewa sembahana baal yang dulu merupakan penyembahan yang dilakukan raja-raja Yehuda sebelum dimusnahkan oleh Yosia. Bahkan Firman Tuhan mencatat sebelum Yosia dan sesudahnya tidak ada raja yang berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati dan jiwanya seperti yang Yosia lakukan. Pembaharuan yang dilakukan oleh Dahlan dan Yosia merupakan hal baik dan positif. Setiap kita bisa melakukannya asalkan kita tetap berani dan konsisten, serta memberikan teladan, jadi tidak hanya memberi perintah tetapi juga melakukannya.