Kemah Suci pada masa bangsa Israel dipimpin oleh Musa memiliki arti sebagai “tempat atau rumah” bagi Tuhan untuk menyatakan Kemuliaan-NYA di tengah-tengah bangsa Israel. Awan Kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Sucidan jika awan Tuhan naik, maka bangsa Israel juga akan berangkat, begitupula sebaliknya. Ini berarti jika Tuhan tidak menuntun, mereka tidak akan berjalan sesuai dengan kehendaknya sendiri, karena Israel tahu tanpa Hadirat Allah yang turun pada Kemah Suci mereka tidak akan tahu arah dan tujuannya. Dari hal ini kita dapat belajar bahwa kitapun harus memiliki “Kemah Suci” pribadi kita. Maksudnya disini ialah waktu dan tempat dimana setiap hari kita menghadap Tuhan dalam “kemah” tersebut. Sehingga yang harus kita lakukan bukanlah menyisakan waktu untuk Tuhan tetapi menyediakan waktu bangi-NYA.Percayakan hidup kita pada-NYA karena DIA yang tahu kapan kita harus bergerak dan berjalan menurut tuntunan-NYA.
Tuhan Berkati’