Hidup manusia itu sebenarnya seperti sebuah pohon buah-buahan. Orang lain akan dapat merasakan “rasa” dari buah yang kita hasilkan, bahkan tidak hanya buah saja tetapi daunnya juga akan berguna. Apabila pohon tersebut tertanam dengan akar yang kuat & mendapat suplai air yang cukup, maka daun dan juga buahnya akan segar dan matang bahkan manis rasanya, apalagi jika “cangkokan” dari biji yang berkualitas Akan tetapi sebaliknya akan menjadi masam rasanya jika akar tidak kokoh dan tidak mendapat suplai air yang cukup, mengakibatkan layu daunnya & juga masam rasa buahnya.
Sumber Air hidup kita adalah Tuhan, sehingga jika buah yang kita hasilkan tidak manis ataupun daunnya layu, maka kita perlu instropeksi diri, apakah akar pohon kehidupan kita “selalu” mendapat aliran air yang cukup dari Sang Sumber ??
Milikilah waktu pribadi dengan Tuhan setiap hari, karena tentu saja itu akan membuat akar pohon kehidupan kita senantiasa mendapat aliran air kehidupan yang cukup dari Sumber-NYA. Sehingga ketika orang lain berada di dekat kita, mereka dapat merasa nyaman dan damai karena daun pohon kehidupan kita menjadi “obat” dan buah kita menjadi “makanan” yang menguatkan buat sesama. Itu semua terjadi jika pohon kehidupan kita senantiasa berakar di dalam Tuhan Yesus Kristus yang adalah Sumber Air Kehidupan.
‘Tuhan Memberkati’