Beberapa waktu lalu, kami sedang naik busway, ada satu kejadian yang membuat saya merenungkan sesuatu. Saat busway mulai masuk Terminal Blok M, suasana ramai dan macet ditambah dengan ketidakdisiplinan supir bus lain (atau bahkan penumpang itu sendiri) yaitu turun tidak pada lajur yang disediakan. Para penumpang melakukan itu karena bus yang mereka naiki berjalan tersendat karena macet dan pintu buspun terbuka. Alasan lain para penumpang tersebut ialah lebih praktis turun sebelum masuk jalur, karena jika sudah di dalam jalur harus turun ke bawah dulu (masuk terminal Blok M) baru kemudian berganti dengan bus yang jurusan yang akan dituju. Sayapun berandai apabila busway yang saya naiki pintu dibuka sebelum masuk jalur, mungkin saya dan juga beberapa penumpang akan melakukan hal serupa. Alhasil kami harus menunggu beberapa waktu di dalam bus karena busway yang kami naiki tidak dapat masuk ke jalurnya terhalang oleh perilaku tidak disiplin baik itu penumpang maupun supir bus yang lainnya.
Terkadang untuk sebuah kata yaitu disiplin, kita memang harus dikondisikan atau lebih ekstremnya dipaksa. Apalagi jika budaya bangsa kita yang menganggap “jam karet” adalah hal yang “biasa”, maka perlu adanya”pemaksaan” seperti yang kami alami. Selain itu hal yang utama bahwa disiplin itu harus muncul dari kesadaran masing-masing individu yaitu denga menerapkan disiplin secara pribadi, maka akan terbentuk juga budaya disiplin pada sekelilingnya sehingga suasana teratur, tertib dan nyamanpun dapat kita nikmati bersama.
Sudahkah kita mendisiplin diri kita ???
Categories: Free Category
Sekeping mata uang logam memiliki 2 sisi gambar yang berbeda yaitu gambar dan huruf, namun tetaplah disebut uang logam. Ketika membaca judul tersebut, pasti terlintas dalam benak kita lantas apa hubungan antara balsam dengan parfum ? Memang tidak semua orang akan menggunakan kedua hal tersebut secara bersamaan, karena keduanya mempunyai kegunaan masing-masing. Jika kita bertemu dengan klien atau rekan kantor kita, tentu akan menggunakan parfum yang berfungsi membuat nyaman kita sendiri dan juga orang sekitar kita. Akan tetapi ketika kita sampai di rumah sambil beristirahat, maka balsamlah yang menemani kita dengan kehangatannya saat kita memakainya di badan ataupun bagian tubuh kita yang pegal lainnya setelah beraktivitas seharian di kantor.
Jadi seperti gambar dan angka merupakan bagian dari koin, demikian balsam dan parfum merupakan 2 sisi dalam diri seseorang
Categories: daily devotion
Seringkali kita tidak sadar dengan adanya amalek dalam hidup kita. Amalek itu sendiri itu berarti penghuni lembah yang didalamnya mengandung unsur sorrowful atau kerja keras. Ada orang yang dalam hidup ini seringkali hanya bekerja keras untuk kepentingan keluarganya. Padahal justru ketika dia sedang bekerja keras, “amalek” sedang menghancurkan hidupnya yaitu lewat bagian lemah dalam hidupnya yaitu keluarganya. Berapa banyak kita dengar keluarga yang hancur karena anak tidak mendapat perhatian cukup dari orang tuanya. Hal tersebut dikarenakan orangtua yang lebih mementingkan mencari uang atau materi dibandingkan pendidikan untuk anak mereka. Padahal peran orangtua sangat dibutuhkan dalam proses anak bertumbuh dewasa. Apabila tidak hati-hait, iblis dapat menyerang bagian “belakang atau amalek” dalam hidup kita. Jadi, belajarlah untuk melakukan apa yang menjadi bagian kita terutama yaitu : Tuhan, keluarga, pelayanan dan kemudian barulah pekerjaan.
Tuhan Memberkati’
Categories: Free Category
“Seorang pemimpin adalah seorang yang menolong orang lain mencapai tujuan dalam hidupnya”
Categories: Free Category
Waktu …
Salah satu anugerah Tuhan yang semua orang pasti mendapatkannya yaitu w-a-k-t-u. Berkat Tuhan yang satu ini tidak bisa diambil lagi dan tidak bisa disesali apabila kita tidak mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. Sadarkah kita, Tuhan memberi kita 86.400 detik / hari. Bisa kita bayangkan, jika umur kita sudah 30 tahun, berapa ratus ribu atau bahkan juta detik yang sudah kita lalui tanpa pernah dapat kembali lagi ??
Dunia sekarang mengenal filosofi “Time is Money”. Setujukah kita dengan pendapat ini ? ketika saya merenungkan hal ini, saya mendapat satu pengertian bahwa jika kita mempunyai moto tersebut, maka hidup kita akan selalu berorientasi kepada money / uang. Setiap orang mungkin mempunyai mottonya masing-masing, bagi saya filosofi yang sesuai dengan waktu ialah ” TIme is LIFE” atau waktu adalah hidup. Dengan berfilosofi waktu adalah hidup, maka seberapapun uang yang kita miliki kita dapat tetap bersyukur karena kita masih memiliki kehidupan yang harusnya dapat kita senantiasa syukuri.
So … Time is Life mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur dalam menghadapi hidup ini. Karena hanya dengan bersyukur, maka kita dapat memahami makna dari kehidupan.
GOD Bless Us

Search Engine Optimization and SEO Tools
Categories: daily devotion · my devotion
January 12, 2009 · 1 Comment
Ebenezer …
Itulah janji yang kudapat pada awal tahun 2009 ini. Ternyata sampai saat ini Tuhan masih menyertai kehidupan kita. Menatap tahun 2009 dimana penuh ketidakpastian dalam menjalani hidup, Janji-NYA tetap yaitu Tuhan masih Ebenezer (masih menyertai dan menolong kita) sampai saat ini. Krisis global, bencana alam maupun perang yang terjadi di awal tahun 2009 ini, justru merupakan ujian bagi kita untuk “iman” kita naik tingkat lagi, sebagaimana burung rajawali yang akan terbang makin tinggi jika ada badai…
Jadi … Hadapilah tahun 2009 dengan penuh pengharapan bersama DIA dengan janji-NYA yaitu : Ebenezer
GOD Bless us
Categories: Free Category
Semakin banyak Talenta yang kita miliki,
Semakin besar tanggung jawab yang harus kita jalankan
Categories: Free Category